Beranda PENDIDIKAN Audiensi Lemhannas RI dengan Universitas Pelita Bangsa

Audiensi Lemhannas RI dengan Universitas Pelita Bangsa

289
0

Indonesiaseharusnya-ntt.com – Jakarta, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menerima audiensi dari Rektor Universitas Pelita Bangsa Hamzah Mohammad Mardi Putra, S.K.M., M.M., DBA, Jumat, 7 Januari 2021. Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Pelita Bangsa didampingi oleh Wakil Rektor II Universitas Pelita Bangsa Moh. Hatta Fahamsyah. S.Sy, M.Sc., Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pelita Bangsa Dr. Retno Purwani Setyaningrum. S.E. M.M, Direktur Kerja Sama Universitas Pelita Bangsa Ir. Nanang Tedi Kurniawan, M.T., dan Sekretaris Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pelita Bangsa Arief. Teguh Nugroho.

“Maksud dan tujuan kami adalah dosen kami membutuhkan pelatihan wawasan kebangsaan, salah satunya kami ingin bekerja sama dengan Lemhannas RI. Kami membutuhkan pelatihan-pelatihan berkaitan dengan wawasan kebangsaan,” kata Rektor Universitas Pelita Bangsa.

Lebih lanjut, Rektor Universitas Pelita Bangsa juga menyampaikan bahwa Universitas Pelita Bangsa tiap tahunnya menyelenggarakan program tahunan melakukan pengabdian ke masyarakat. Oleh karena itu, para dosen Universitas Pelita Bangsa perlu mengikuti pelatihan-pelatihan terkait dengan nilai-nilai kebangsaan. “Harapannya saat kami turun ke masyarakat, kami sudah memiliki pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan standar Lemhannas secara nasional,” kata Rektor Universitas Pelita Bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menjelaskan bahwa awalnya Lemhannas RI diresmikan dengan nama “Lembaga Pertahanan Nasional” oleh Presiden Soekarno tahun 1965. “Memang awal mulanya dengan maksud sebagai kawah candradimuka untuk menggodok para praktisi di bidang pertahanan,” ujar Gubernur Lemhannas RI.

Kemudian fungsi Lemhannas RI diperluas dan mengalami pengubahan nama menjadi “Lembaga Ketahanan Nasional”. Pengubahan nama tersebut dikarenakan pada tahun 1965 elit bangsa masih terbatas. “Jadi memang (dulu) pelaku itu merangkap perencana juga merangkap pemikir, juga sekalian kepada mereka diberikan (tugas) coba kembangkan doktrin pertahanan, oleh karena itu asal mula dari fungsi pengkajian yang diberikan kepada Lemhannas,” jelas Gubernur Lemhannas RI.

Oleh karena itu, pengkajian Lemhannas RI berkaitan dengan kebijakan bagi pimpinan strategis nasional, terutama di dalam core Lemhannas RI yaitu Empat Konsensus Dasar Bangsa dan implementasi dalam paradigma nasional. Dalam bidang pemantapan nilai-nilai kebangsaan, Lemhannas RI membekali langsung nilai-nilai kebangsaan dan wawasan kebangsaan kepada para peserta.

Gubernur Lemhannas RI menyambut niat yang disampaikan Rektor Universitas Pelita Bangsa. Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI mengarahkan pihak Universitas Pelita Bangsa untuk berdiskusi dengan Biro Kerja Sama dan Hukum Settama Lemhannas RI.

Hadir dalam audiensi tersebut Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI Laksda TNI Prasetya Nugraha, S.T., M.Sc., Kepala Biro Kerja Sama dan Hukum Lemhannas RI Laksma TNI Sri Widodo, S.T., CHRMP, dan Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI Brigjen TNI A. Yudi Hartono, S.Sos., M.M., M.Han.

Sumber :

Biro Humas Lemhannas RI

Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110

Telp. 021-3832108/09

http://www.lemhannas.go.id

Instagram : @lemhannas_ri

Facebook : lembagaketahanannasionalri

Twitter : @LemhannasRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here